Jumat, 13 November 2015

KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLAVOLI PADA SISWA SMP NEGERI 1 ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR



BAB I

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan masa yang akan datang, dan pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. Hal ini sejalan dengan tuntutan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi sebagai berikut:
“Pendidikan merupakan kegiatan fundamental untuk memajukan masyarakat dan para warganya. Pendidikan berfungsi untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, beralak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokraktis serta bertanggung jawab”.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui peningkatan mutu pendidikan diupayakan tercapainya profil pembentukan manusia Indonesia yang siap secara intelektual, mental, fisik, dan rohani demi menghadapi masa depan.

1
Demikian halnya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan juga dilaksanakan secara berjenjang. Menurut Nash dalam Harsuki (2003:26) menjelaskan “pendidikan jasmani adalah satu fase dari pendidikan keseluruhan dan memberikan sumbangan kepada semua tujuan dari pendidikan melalui aktivitas jasmanilah yang menjadi media untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut”.
Berdasarkan pendapat di atas, diharapkan pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes disekolah dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam kurikulum yang disempurnakan atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) dalam Mulyasa (2006:1) menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran jasmani yaitu:
“(1) Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas dan olahraga yang terpilih; (2) meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan psikis yang lebih baik; (3) meningkatkan kemampuan gerak dasar; (4) meletakkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar; (5) meletakakan landasan karakter moral yang kuat melalui intelegensi nilai-nilai yang terkandung didalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan; (6) mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan; dan (7) memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga dilingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, keterampilan serta memiliki sikap yang positif”.

Dari tujuan pembelajaran Penjasorkes yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa seharusnya pelaksaan pembelajaran Penjasorkes disekolah-sekolah dapat terlaksana dengan baik.  Karena melalui Penjasorkes dapat mengembangkan siswa baik dari segi keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas dan olahraga yang terpilih;  meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan psikis yang lebih baik; meningkatkan kemampuan gerak dasar; meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui intelegensi nilai-nilai yang terkandung didalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan;  mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan; dan memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga dilingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, keterampilan serta memiliki sikap yang positif.  
Bolavoli merupakan salah satu materi bola besar yang di ajarkan di sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Melalui bolavoli diharapkan Siswa mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap di bidang bolavoli yang berguna baginya untuk meningkatkan kesegaran jasmani secara fisik dan bekal ilmu untuk masa yang akan datang.
Dalam melaksanakan olahraga bolavoli Siswa harus menguasai teknik dasar bola voli di antaranya teknik servis, teknik passing, teknik blok dan teknik smash, di samping itu siswa juga  di tunyut mempunyaim kekuatan, kecepatan, dan kemampuan melompat agar bisa memaksimalkan pukulan yang di lakukan.
Untuk bisa mendapatkan atau menguasai teknik keterampilan dasar bolavoli, seseorang harus berlatih secara benar dan kontiniu terhadap semua faktor yang menentukan atau mempengaruhi penguasaan keterampilan dasar bolavoli tersebut. Meskipun teknik dasar tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda namun ditentukan oleh faktor-faktor antara lain: kondisi fisik, bakat dan kemampuan belajar yang dimiliki, motivasi, pengalaman gerak sebelumnya, lingkungan belajar/berlatih, metoda latihan, program latihan dan kualitas pelatih/instruktur atau dosen yang membina serta sarana dan prasarana. Semua faktor yang dikemukakan ini dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam mempelajari dan menguasai suatu bentuk keterampilan teknik bolavoli.
Berdasarkan pengamatan dan evaluasi penulis di lapangan, masih banyak terdapat siswa gagalan melakukan servis dan passing, gagal dalam melakukan servis, melakukan passing tidak tepat sasaran, hal ini terlihat saat pembelajaran oahraga di sekolah kegagalan siswa dalam melakukan teknik dasar bola voli menyebabkan siswa tidak lulus KKM. hal ini diduga masih kurangnya kemampuan teknik dasar bolavoli, kondisi fisik, mental, motivasi, program latihan, serta sarana dan prasarana yang kurang mendukung.
Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin melakukan suatu penelitian dengan judul “Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli siswa SMPN 1 Enok”.

B.       Identifkasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kondisi fisik siswa SMPN 1 Enok?
2.      Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana bolavoli disekolah SMPN 1 Enok?
3.      Bagaimana minat belajar siswa dalam bolavoli SMPN 1 Enok?
4.      Bagaimana motivasi siswa SMPN 1 Enok?
5.      Bagaimana kemampuan teknik dasar bolavoli siswa SMPN 1 Enok?




C.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian ini adalah:“Bagaimanakah Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok?”. 

D.      Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:  untuk mengetahui “Seberapa besar Kemampuan Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok”. 

E.       Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Secara teoritis
a.       Bagi para pengamat pendidikan, penelitian ini dapat menjadi bukti dan Penjelasan secara ilmiah tentang Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok”
b.      Bagi para calon peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian pustaka penelitian selanjutnya agar hasil yang di dapat lebih maksimal.
2.      Secara praktis:
      a.            Bagi siswa dapat mengetahui kemampuan teknik dasar bolavoli sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa SMPN 1 Enok lebih giat berlatih.
      b.            Bagi Guru dan Pelatih, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pedoman pengetahuan, pertimbangan dan sebagai tolak ukur pelatih dan Guru pendidikan jasmani tentang metode dan teknik dalam memberikan beban latihan.

F.     Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual yang dikemukakan sebelumnya maka pertanyaan penelitian ini adalah “Seberapa besar  Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok?”.





 BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Landasan Teori Penelitian
1.      Hakikat Keterampilan Dasar Bolavoli
Keterampilan dalam olahraga merupakan “suatu proses gerakan dan pembuktian dalam praktik sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas dengan pasti dalam cabang olahraga” (Suharno,2001:12). Keterampilan dasar bolavoli yaitu kemampuan penguasaan teknik dasar bolavoli meliputi unsur: servis,  passing atas, passing bawah, dan smash
Teknik adalah “suatu cara untuk melakukan dan melaksanakan sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien” (Yunus, 1992:103). Dengan demikian teknik dasar dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien seperti cara melakukan servis bawah, passing atas, passing bawah, smash dan block. Hal ini dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan peraturan permainan yang berlaku dalam mencapai suatu hasil yang optimal. Meskipun di dalam keterampilan dasar bolavoli tersebut meliputi lima unsur teknik seperti yang telah dikemukakan di atas, namun dalam penelitian ini yang dibahas hanya meliputi tiga teknik dasar saja yaitu:
a. Servis Bawah

7
Pada mulanya servis adalah merupakan awal dari  permainan atau pukulan pembukaan untuk memulai suatu perrmainan. Syafruddin (1996:67), mengatakan “servis yaitu memainkan bola sebagai pembukaan suatu permainan untuk mendapatkan satu angka”. Kemudian sesuai dengan kemajuan permainan teknik servis tidak hanya sebagai pembukaan permainan, akan tetapi sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapatkan nilai (angka) agar suatu regu berhasil  meraih kemenangan, bila ditinjau dari sudut taktik permainan.
Pendapat lain juga dikemukakan oleh Monti dalam Suhafrinal (2007:9) bahwa “servis adalah satu-satunya teknik yang digunakan untuk memulai suatu pertandingan”. Sementara Yunus (1992:30) mengatakan “servis merupakan suatu upaya memasukkan bola ke daerah lawan oleh pemain kanan belakang yang berada di daerah servis untuk memukul bola dengan satu tangan atau lengan”. Hal senada juga diungkapkan oleh PBVSI (2005:33) “servis adalah suatu upaya untuk menempatkan bola ke dalam permainan oleh seorang pemain kanan belakang yang berada di daerah servis”.
Dari beberapa batasan tentang pengertian servis seperti yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa servis adalah suatu upaya untuk menempatkan bola ke daerah lawan yang dilakukan oleh seorang pemain kanan belakang dari daerah servis dengan pukulan satu tangan dan dapat juga dikatakan sebagai awal dari suatu permainan. Dengan demikian servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bolavoli untuk memulai suatu permainan (pertandingan) yang begitu penting kedudukannya. Tanpa melakukan servis atau salah dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan pertandingan akan dihentikan atau kehilangan point bagi yang melakukan servis atau angka (nilai) untuk lawan.
Viera (1996:30-31) mengatakan servis terdiri dari:(a) servis bawah (underhand service), dan (b) servis mengapung (floating service). Dari penjelasan tersebut jelas bahwa servis bawah adalah servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk pemula, gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan servis mengapung maksudnya yaitu jenis servis dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran dengan kata lain bola berjalan mengapung atau mengambang.
Erianti (2004:47) menjelaskan pelaksanan servis bawah (underhand service) adalah:a) Posisi awal, b) Gerakan pelaksanaan dan c) Gerakan lanjutan (follow through)”. Dari tahap-tahap pelaksanaan servis bawah (underhand service) untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
a)      Posisi awal :
Berdiri di daerah servis menghadap ke lapangan, salah satu kaki berada di depan kaki yang lain, jika menggunakan tangan kiri kaki kanan di depan atau sebaliknya. Bola dipegang pada tangan kiri atau kanan (tangan yang tidak memukul bola). Tangan yang memukul bola boleh menggengam atau dengan telapak tangan terbuka, kemudian lutut agak ditekuk sedikit dengan titik berat badan berada di tengah.















Gambar 1: awalan melakukan servis bawah
Sumber: Eriati (2004:109)

b)      Gerakan pelaksanaan:
Bola di lambungkan di depan pundak kanan setinggi 10-20 cm, dalam waktu yang bersamaan tangan kanan ditarik ke belakang, kemudian tangan diayunkan ke arah depan atas dan mengenai bagian belakang bola. Kemudian lengan diluruskan dan telapak tangan atau genggaman tangan ditegangkan.




Gambar 2: Gerakan pelaksanaan Servis bawah
Sumber: Erianti (2004:109)

c)      Gerakan lanjutan (follow through) :
Setelah tangan memukul bola, gerakan lengan di bawa lurus ke depan atas sejalan dengan memindahkan titik berat badan ke depan. Selanjutnya, langkahkan kaki kanan ke depan untuk segera masuk ke lapangan, kembali ke posisi semula dan siap menerima bola (pengembalian bola) dari serangan lawan.
Untuk lebih jelasnya pelaksanaan servis bawah dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 3: Tahap-Tahap Melakukan Service Bawah
(Sumber: Herry, 2010)

Dalam melakukan servis bawah (underhand service) ada beberapa faktor yang harus dipatuhi (tidak boleh dilanggar) pada saat servis seperti yang dikemukakan oleh Erianti ( 2009:13)  yakni sebagai berikut:
“a)  Bola harus di pukul oleh satu tangan atau setiap bagian  tangan        setelah bola dilambungkan atau telepas dari tangan.
b)      Hanya diperkenankan satu tangan melambungkan bola, tetapi boleh memantulkan bola ke lantai atau memindahkan bola di tangan.
c)      Pada saat melakukan servis atau saat meloncat untuk melakukan servis tidak boleh menyentuh lapangan (termasuk garis akhir) atau lantai di luar daerah servis,setelah melakukan pukulan servis boleh melangkah ke dalam lapangan.
d)     Pelaku servis harus memukul bola dalam 8 detik setelah wasit membunyikan pluit untuk melakukan servis”. 

Berdasarkan pendapat di atas jelas bahwa untuk melakukan servis bawah dengan baik harus memperhatikan hal-hal antara lain : bola harus di pukul oleh satu tangan atau setiap bagian  tangan setelah bola dilambungkan atau telepas dari tangan, hanya diperkenankan satu tangan melambungkan bola, tetapi boleh memantulkan bola ke lantai atau memindahkan bola di tangan, pada saat melakukan servis atau saat meloncat untuk melakukan servis tidak boleh menyentuh lapangan (termasuk garis akhir) atau lantai di luar daerah servis, kemudian setelah melakukan pukulan servis boleh melangkah ke dalam lapangan dan pelaku servis harus memukul bola dalam 8 detik setelah wasit membunyikan pluit untuk melakukan servis
b.      Servis atas/mengambang
Servis atas/mengambang biasa digunakan untuk melakukan serangan pertama saat melakukan servis. Servis atas/mengambang di lakukan dengan cara bola di lambung keatas kemudian dipukul sekeras mungkin kelapangan  lawan. Menurut Mukholid (2007:15), disebut mengambang karena gerakan bola dari hasil pukulan servis tidak menggantung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang). Kelebihan servis atas/mengambang adalah bola sulit di terima oleh pemain lawan karena bola tidak bergerak dalam satu lintasan lurus dan kecepatan bola tidak teratur.
Menurut Mukholid (2007:15), pelaksanaan servis mengambang adalah sebagai berikut:
a.       Pemain berdiri di daerah sevis, kaki kiri di depan atau bisa juga sejajar dengan kaki kanan.
b.      Tangan kiri mengangkat bola setinggi kepala, sedangkan telapak tangan kanan terbuka siap untuk memukul bola. Pandangan mata kearah bola.
c.       Bola di lambung katas lebih tinggi dari kepala, tangan kanan di tarik kebelakang atas dan segera memukul bola pada bagian tengah belakang kearah lawan.
d.      Bola dipukul dengan cara mendorong. Gaya dorong tangan terhadap bola harus memotong garis tengah bola. Untuk menghindari terjadinya putaran bola, pergelangan tangan harus ditengahkan.









Gambar 4. Pelaksanaan Servis Atas
Sumber: Mukholid (2007:14)


c.       Passing Bawah
Passing bawah merupakan elemen utama untuk mempertahankan regu dari serangan lawan (bola yang datangnya terlalu keras dan sulit dimainkan dari  passing atas, maka diambil dengan passing bawah). Di samping untuk mempertahankan dan juga sangat berperan untuk membangun serangan. Erianti (2009:14) menjelaskan “passing bawah ini dapat dilakukan dengan dua tangan disesuaikan dengan situasi dan tujuan yang hendak dicapai.
dari pendapat di atas jelas bahwa passing bawah dilakukan dengan dua tangan dengan disesuaikan tujuan yang hendak dicapai pemain. Kemudian Erianti (2009:14) juga menjelaskan secara rinci tahap-tahap pelaksanaan passing bawah ini dapat di jelaskan sebagai berikut:
a) Posisi awal : ambil posisi siap normal yaitu kedua lutut di tekuk dengan badan sedikit agak dicondongkan ke depan, berat badan menumpu pada telapak bagian depan. Kedua tangan saling berpegangan yakni punggung tangan kanan diletakan di atas telapak tangan kiri kemudian saling berpegangan.
b) Gerakan pelaksanaan : tempatkan badan segera sejauh jangkauan bola, dengan posisi sedemikian rupa sehingga badan menghadap bola, lalu ayunkan kedua lengan ke arah bola dengan sumbu gerakan berada pada persendian bahu dan siku benar-benar lurus, pada saat mengayunkan tangan telah berpegangan. Perkenaan bola pada bagian proximal (arah pangkal) dari lengan bawah, di atas dari pergelangan tangan dan pada waktu lengan membentuk sudut 45 derajat dengan badan, lengan diayunkan dan diangkat hampir lurus.
c) Gerakan lanjutan: setelah ayunan mengenai bola kaki belakang melangkah ke depan untuk mengambil posisi kembali. Ayunan lengan dari  bawah ke depan tidak melebihi sudut 90 derajat dengan bahu atau badan”.

Dari pendapat di atas jelas bahwa tahap-tahap pelaksanaan passing bawah ini  terdiri dari tiga tahap yaitu posisi awal, gerakan pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Ketiga tahapan ini harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain untuk menghasilkan passing bawah yang baik. Disamping itu, dalam permainan bolavoli tidak selalu terjadi situasi yang ideal untuk mengambil bola passing bawah secara normal. Dapat dipastikan bahwa ada kalanya kadang-kadang bola datangnya dalam situasi dan posisi-posisi yang kurang menguntungkan, maka  passing bawah secara garis besarnya dapat dilakukan dengan berbagai variasi seperti yang dikemukakan Yunus (1992:124) antara lain:
“a) Passing bawah ke depan pada bola rendah, b) passing bawah bergeser diagonal 45 derajat ke depan, c) passing bawah pada bola jauh di samping badan, d) passing bawah dengan bergerak mundur, Jika bola datang relatif tinggi (setinggi dada) dan akan diterima dengan  passing bawah, maka didahului dengan langkah mundur, e) passing bawah ke belakang“.
Dari pendapat tersebut jelas bawah passing bawah dilakukan sesuai dengan situasi datangnya bola, kadang kala posisi tersebut kurang menguntungkan tetapi pemain harus berusaha mengambil dan menyelamatkan bola salah satunya dengan teknik dasar passing bawah.
c.  Passing Atas
Passing atas merupakan elemen yang penting dalam permainan bolavoli. Penguasaan teknik passing atas yang baik akan menentukan keberhasilan suatu regu untuk membangun serangan dengan baik apalagi dilakukan secara bervariasi, maka seluruh potensi penyerangan regu dapat dimanfaatkan.  Erianti (2009:16) menjabarkan pelaksanaan  passing atas ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Posisi awal : dengan mengambil posisi posisi siap normal yaitu kedua kaki dibuka selebar bahu, berat badan menumpu pada telapak kaki bagian depan. Lutut ditekuk, tempatkan badan secepat mungkin di bawah bola dengan kedua tangan diangkat lebih tinggi dari jari-jari tangan terbuka lebar membentuk cekungan seperti setengah lingkaran bola (seperti mangkok).
b) Gerakan pelaksanaan : setelah bola berada di atas dan sedikit di depan dahi, lengan diluruskan dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola. Perkenaan bola pada permukaan jari-jari yaitu ruas pertama dan kedua serta yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Jari-jari agak ditegangkan pada waktu bersentuhan dengan bola kemudian diikuti dengan gerakan pergelangan tangan agar bola dapat memantul dengan baik.
c) Gerakan lanjutan : setelah bola memantul dengan baik, dilanjutkan dengan meluruskan lengan ke depan atas sebagai suatu gerakan lanjutan, seiring itu pindahkan berat badan dengan melangkahkan kaki ke belakang ke depan dan kembali mengambil sikap posisi normal”.

Dari pendapat di atas jelas bahwa di dalam melakukan passing atas posisi dan jarak bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan yang ideal untuk melakukan passing atas dengan posisi normal. Berdasarkan situasi datangnya bola yang bermacam-macam tersebut, maka passing atas dapat dilakukan dengan berbagai variasi.
Yunus (1992:126) macam-macam passing atas dapat dibagi atas beberapa bagian yaitu: “a) passing atas bola rendah, b) passing atas dengan bola di samping badan, c) passing atas dengan bergeser mundur,  d) passing atas dengan bergerak mundur diagonal 45 derajat, e) passing atas dengan meloncat dan f) passing atas ke belakang”.
 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan passing atas disesuaikan dengan arah datangnya bola. Oleh karena itu pemain bolavoli disamping dituntut menguasai teknik dasar bolavoli dengan baik juga harus memiliki kondisi fisik yang baik pula agar dapat melakukan teknik dengan baik salah satun ya teknik dasar passing atas dalam bolavoli.
d.      Smash
Menurut Mukholid (2007:16), smash adalah pukulan bola yang menukik kearah lapangan lawan. Sedangkan menurut Erianti (2009:150), mengatakan “smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan untuk mencapai kemenangan.
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa smash adalah pukulan untuk mematikan bola kelapangan lawan dan meraih poin atau kemenngan. Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan yang komplek yakni terdiri dari : 1) langkah awal, 2) tolakan untuk meloncat, 3) saat mendarat kembali setelah memukul bola.



Gambar. 5 Teknik Smash
Sumber: Erianti (2009:157)

B.     Kerangka Berfikir
Berdasarkan kajian teori yang dikemukakan sebelumnya maka dapat dijelaskan, penelitian ini untuk dapat menguasai teknik dasar bermain bola voli maka siswa harus bisa menguasai teknik sservis, passing bawah, passing atas, block dan smash untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada bagan dibawah ini:

Servis

Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli
Siswa SMP N 1 Enok

Passing Atas

Passing Bawah

Smash
 












Gambar 6.  Kerangka Berfikir











BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriftif yang hanya menggambarkan keadaan dan mengungkapkan keadaan saja. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2011:207), mengatakan “Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud  membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

B.     Tempat dan Waktu Penelitian
1.      Tempat Penelitian      : Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Enok
2.      Waktu Penelitian       : Pengambilan data direncanakan pada bulan Mei 2014

C.    Populasi dan Sampel
1.      Populasi
 “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian” (Arikunto, 2006:130). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah  siswa laki-laki kelas VII yang berjumlah 22 orang siswa, untuk lebih jelasnya dapat di lihat tabel berikut:
Tabel 1
Populasi Penelitian
Kelas
Jumlah
VII.1
VII.2
12
10
Jumlah
22
2.    Sampel
Arikunto (2006:131) menjelaskan “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti”. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, menurut Sugiyono (2011:124) “mengatakan sampling jenuh di lakukan apabila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang” Oleh karena populasi hanya 22 orang siswa maka dari itu berlandasan teori di ata sampel pada penelitian ini di ambil dari seluruh populasi sehingga sampel berjumlah 22 orang siswa laki-laki.
D.    Variabel Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian deskriptif maka penelitian ini terdiri dari satu variabel penelitian yaitu variabel Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli.
E.     Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Tes Servis
a.       Tujuan
Tujuan tes servis ini adalah untuk mengukur kemampuan mengarahkan bola servis kearah sasaran dengan tepat dan terarah.
b.      Sasaran
Sasaran pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 7 SMPN 1 Enok
c.       Perlengkapan
Perlengkapan yang du gunakan antara lain:
-          Lapangan bolavoli
-          Net dan tiang net
-          Road bendera 2 buah
-          Bola voli 6 buah
d.      Pelaksanaan
-          Menurut Arsil (2009:13), pelaksanaan tes adalah sebagai berikut
-          Testee berdiri di belakang garis kotak servis menghadap daerah sasaran yang ada dilapangan sebelah.
-          Lalu melakukan servis kedaerah sasaran.
-          Setiap bola yang masuk sasaran di beri nilai sesuai skor sasaran
-          Bola yang menyentuh net di anggap satu pukulan tapi tidak di beri nilai
-          Testee tidak boleh menginjak garis
-          Setia jenis pukulan di perbolehkan asal sesuai dengan peraturan permainan bola voli.
-          Setiap bola yang jatuh pada garis batas daerah sasaran di beri skor daerah sasaran yang lebih besar.
-       Testee melakukan 10 kali servis setiap pelaksanaan
-          Testee memperoleh kesempatan 2 kali pelaksanaan

Gambar  7
Gambar lapangan tes servis bola voli





Sumber: Asrsil (2009:134)




e.       Penilaian
Nilai Testee dalam serving test adalah jumlah yang terbaik untuk 10 servis dalam 2 kali pengulangan. Dan nilai akhir di konversikan ke rumus skala gabungan PAN dan PAP.

X + 1,8 (S)
X + 0,6 (S)
X – 0,6 (S)
X – 1,8 (S)
Sumber : Nurhasan(2001:268)

2.      Tes Pasing bawah
a.       Tujuan
Untuk mengukur kemampuan pas bawah atlet
b.      Sasaran
Sasaran pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 7 SMPN 1 Enok
c.       Perlengkapan
-          Dinding dengan sasaran
-          Bolavoli
-          Stop watch
-          Formulir tes


d.      Pelaksanaan
-          Testi berdiri di depan tembok, berada di belakang garis  batas 0,912 m, menghadap ke tembok sasaran.
-          Pada aba-aba “Ya” testi melemparkan bola ke tembok atau  dinding sasaran.
-          Dari pantulan bola yang dilemparkan selanjutnya testi mem-voli bola secara berulang-ulang ke arah tembok sasaran selama 30 detik.
-          Apabila testi tidak dapat menguasai (mengontrol) bola,dan bola memantul jauh dari daerah sasaran, maka testi boleh memegang bola, dan selanjutnya segera melemparkan bola tersebut ke petak sasaran dan divoli secara berulang-ulang.
-          Tes dilakukan sebanyak 3 kali ulangan, atau 3 kali 30 detik..
e.       Penilaian
-          Lemparan bola pertama ke arah tembok sasaran belum dapat dihitung sebagai skor mem-voli bola
-          Skor mulai dapat dihitung sejak bola yang dilemparkan ke tembok sasaran, bola memantul dan di-voli oleh testi kearah tembok sasaran yang telah ditentukan
-          Setiap gerakan testi mem-voli bola dan masuk daerah sasaran, atau mengenai garis batas bawah sasaran, yang dilakukan dari belakang garis 0,912 m maka testi tersebut memperoleh skor satu.
-          sedangkan bola yang di-voli testi tidak mengenai sasaran seperti yang dikemukakan diatas, maka testi memperoleh skor nol (0).
-          Hasil skor testi adalah skor terbaik dari 3 kali percobaan, tiap-tiap percobaan dilakukan selama 1 kali 30 detik.
3.      Tes passing atas
a.       Tujuan
Tes ini dipergunakan sebagai suatu tes untuk mengukur keterampilan pas atas
b.      Sasaran
Sasaran pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Enok
c.       Perlengkapan
-          Dinding / tembok untuk petak sasaran
-          Bolavoli 3 buah
-          Stop watch
d.      Pelaksanaan
-          Testee berdiri di bawah petak sasaran
-          Begitu aba-aba dimulainya tes, stopwatch dijalankan, dan bola di lemparkan kedinding dari tempat yang bebas.
-          Setelah bola memantul kembali, bola di-pas ke dinding tertuju kedalam kotak sasaran.





Gambar 8
Lapangan untuk tes pas atas






Sumber: Nurhasan (2001:169)
e.       Penilaian
-          Bola yang di pass secara sah sesuai dengan peraturan permainan bolavoli selama satu menit.
-          Jumlah sentuhan – sentuhan yang sah dengan bola mengenai dinding pada petak sasaran atau bola mengenai garis kotak sasaran.
-          Bola yang di tangkap atau tidak dapat dikuasai  tidak diberi nilai
-          Bola menyentuh lantai, dimulai lagi dengan lemparan
-          Lemparan lemparan tidak dihitung

4.      Tes smash
Menurut Nurhasan (2001:172), mengatakan:
a.       Tujuan
-          Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan melakukan smes untuk serangan kesasaran dengan cepat dan terarah
b.      Sasaran
Sasaran pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Enok.
c.       Perlengkapan
-          Lapangan bola voli
-          Net dan tiang net
-          Bola voli 5 buah
d.      Pelaksanaan
-          Testee berada dalam daerah serang atau bebas di dalam lapangan permainan.
-          Bola dilambungkan atau di umpat dekat jarring kearah testee
-          Dengan atau tanpa awalan, testee meloncat dan memukul bola melampaui atas jarring kedalam lapangan di seberangnya dimana terdapat sasaran dengan angka angka.

Gambar 10
Gambar lapangan untuk tes smes














Sumber: Nurhasan (2001:173)




e.       Penilaian
-          Catat jatuhnya bola pada lapangan yang telah di beri skor, kemudian di konversikan ke rumus gabungan PAN dan PAP

X̅ + 1,8 (S)
X̅ + 0,6 (S)
X̅ – 0,6 (S)
X̅ – 1,8 (S)
Sumber : Nurhasan(2001:268)
 

F.     Teknik Pengumpulan Data

Agar pengumpulan data secara teratur, sistematis dan tertib maka perlu adanya langkah-langkah yang harus dipersiapkan dengan jelas yakni:
a)       Menyiapkan alat-alat instrumen secara lengkap sesuai dengan yang diperlukan (dibutuhkan).
b)      Menyiapkan mahasiswa atau sampel yang akan melakukan tes.
c)       Memberikan penjelasan dan mendemonstrasikan tentang instrumen.
d)      Menyiapkan blangko dan alat tulis yang diperlukan dalam pengumpulan data.
e)       Menetapkan tenaga pembantu dalam pengumpul data dan bekerja sesuai dengan masing-masing tugas yang telah diberikan penjelasan dan arahan.

G.    Teknik Analisis Data

Setelah semua data berhasil dikumpulkan dan disusun menurut kelompoknya masing-masing, kemudian diolah dengan menggunakan teknik distribusi frekuensi atau deskriptif dengan rumus:
Keterangan:
f  = frekuensi yang sedang dicari
N = number of cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu)
P = angka persentase
 (Sudijono 2010:43)
  
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi.2000. Gemar Bermain Bola Voli.Solo: PT. Rineka Cipta
Arikunto, Suharmi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.  Jakarta : Reneka Cipta
Arsil. (2009).Tes Pengukuran dan Evaluasi.Padang.UNP-FIK
Erianti. 2004. Buku Ajar Bolavoli. Padang: FIK UNP.
______. 2009. Kontribusi Koordinasi Mata-Tangan dan Daya Tahan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Keterampilan Dasar Bolavoli Mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.Tesis: Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang.

Mukholid Agus. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Surakarta: Yudistira

Nurhasan. 2001. Tes dan Pengukuran olahraga Pendidikan Jasmani Prinsip-Prinsip dan Penerapan.Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga

PBVSI. 2005. Peraturan Permainan Bolavoli. Jakarta: Gedung Voli Senayan.

Sugiyono (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Suhafrinal. 2007. Kontribusi Daya Ledak Otot Tangan dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Keterampilan Servis Atas Bolavoli. Tesis Program Pasca Sarjana. Padang: UNP.
Suharno. 2001. Ilmu Coaching Umum. Yogyakarta: FPOK IKIP.

Syafruddin. 1996. Buku Ajar Bolavoli. Padang: FPOK IKIP.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005. Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika

Viera, dkk. 1996. Bolavoli Tingkat Pemula. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yunus. 1992. Olahraga Pilihan Bolavoli. Jakarta: P2TK, Dirjen Dikti Depdikbud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar