BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pendidikan
adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan
positif dalam hidupnya sekarang dan masa yang akan datang, dan pendidikan
nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan
pembangunan nasional Indonesia. Hal ini sejalan dengan tuntutan Undang-undang
Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi sebagai
berikut:
“Pendidikan
merupakan kegiatan fundamental untuk memajukan masyarakat dan para warganya.
Pendidikan berfungsi untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermatabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan
peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, beralak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokraktis serta bertanggung jawab”.
Berdasarkan uraian di
atas, maka dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui peningkatan mutu pendidikan
diupayakan tercapainya profil pembentukan manusia Indonesia yang siap secara
intelektual, mental, fisik, dan rohani demi menghadapi masa depan.
Demikian
halnya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan juga dilaksanakan secara
berjenjang. Menurut Nash dalam Harsuki (2003:26) menjelaskan “pendidikan
jasmani adalah satu fase dari pendidikan keseluruhan dan memberikan sumbangan
kepada semua tujuan dari pendidikan melalui aktivitas jasmanilah yang menjadi
media untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut”.
Berdasarkan
pendapat di atas, diharapkan pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes disekolah
dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan yang
tercantum dalam kurikulum yang disempurnakan atau
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dalam Mulyasa (2006:1) menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran
jasmani yaitu:
“(1)
Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat
melalui berbagai aktivitas dan olahraga yang terpilih; (2) meningkatkan
pertumbuhan dan pengembangan psikis yang lebih baik; (3) meningkatkan kemampuan
gerak dasar; (4) meletakkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar; (5)
meletakakan landasan karakter moral yang kuat melalui intelegensi nilai-nilai
yang terkandung didalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan; (6)
mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan
lingkungan; dan (7) memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga dilingkungan
yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik sempurna, pola
hidup sehat dan kebugaran, keterampilan serta memiliki sikap yang positif”.
Dari tujuan pembelajaran Penjasorkes yang dikemukakan di atas
dapat disimpulkan bahwa seharusnya pelaksaan pembelajaran Penjasorkes
disekolah-sekolah dapat terlaksana dengan baik.
Karena melalui Penjasorkes dapat mengembangkan
siswa baik dari segi keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat
melalui berbagai aktivitas dan olahraga yang terpilih; meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan
psikis yang lebih baik; meningkatkan kemampuan gerak dasar; meletakkan landasan
karakter moral yang kuat melalui intelegensi nilai-nilai yang terkandung
didalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan; mengembangkan keterampilan untuk menjaga
keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan; dan memahami konsep
aktivitas jasmani dan olahraga dilingkungan yang bersih sebagai informasi untuk
mencapai pertumbuhan fisik sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran,
keterampilan serta memiliki sikap yang positif.
Bolavoli merupakan salah satu materi bola besar yang di ajarkan di sekolah
dasar sampai sekolah menengah atas. Melalui bolavoli diharapkan Siswa mempunyai
pengetahuan, keterampilan dan sikap di bidang bolavoli yang berguna baginya
untuk meningkatkan kesegaran jasmani secara fisik dan bekal ilmu untuk masa
yang akan datang.
Dalam
melaksanakan olahraga bolavoli Siswa harus menguasai teknik dasar bola voli di
antaranya teknik servis, teknik passing, teknik blok dan teknik smash, di
samping itu siswa juga di tunyut
mempunyaim kekuatan, kecepatan, dan kemampuan melompat agar bisa memaksimalkan pukulan
yang di lakukan.
Untuk bisa mendapatkan atau menguasai teknik keterampilan dasar bolavoli,
seseorang harus berlatih secara benar dan kontiniu terhadap semua faktor yang
menentukan atau mempengaruhi penguasaan keterampilan dasar bolavoli tersebut.
Meskipun teknik dasar tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda namun
ditentukan oleh faktor-faktor antara lain: kondisi fisik, bakat dan kemampuan
belajar yang dimiliki, motivasi, pengalaman gerak sebelumnya, lingkungan
belajar/berlatih, metoda latihan, program latihan dan kualitas
pelatih/instruktur atau dosen yang membina serta sarana dan
prasarana. Semua faktor yang
dikemukakan ini dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam mempelajari dan
menguasai suatu bentuk keterampilan teknik bolavoli.
Berdasarkan pengamatan dan evaluasi penulis di lapangan, masih banyak
terdapat siswa gagalan melakukan
servis dan passing, gagal dalam
melakukan servis, melakukan passing tidak tepat sasaran, hal ini terlihat saat
pembelajaran oahraga di sekolah kegagalan siswa dalam melakukan teknik dasar
bola voli menyebabkan siswa tidak lulus KKM. hal ini diduga masih kurangnya
kemampuan teknik dasar bolavoli, kondisi fisik, mental, motivasi, program
latihan, serta sarana dan prasarana yang kurang mendukung.
Untuk itu pada
kesempatan ini penulis ingin melakukan suatu penelitian dengan judul “Keterampilan
Teknik Dasar Bolavoli siswa SMPN 1 Enok”.
B.
Identifkasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
kondisi fisik siswa SMPN 1 Enok?
2. Bagaimana
ketersediaan sarana dan prasarana bolavoli disekolah SMPN 1 Enok?
3. Bagaimana
minat belajar siswa dalam bolavoli SMPN 1 Enok?
4. Bagaimana
motivasi siswa SMPN 1 Enok?
5. Bagaimana
kemampuan teknik dasar bolavoli siswa SMPN 1 Enok?
C. Perumusan
Masalah
Perumusan masalah pada penelitian ini
adalah:“Bagaimanakah Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok?”.
D.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui “Seberapa besar Kemampuan
Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok”.
E.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara
teoritis
a. Bagi para pengamat pendidikan, penelitian ini dapat
menjadi bukti dan Penjelasan secara ilmiah tentang “Keterampilan
Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok”
b.
Bagi para calon
peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian pustaka penelitian selanjutnya
agar hasil yang di dapat lebih maksimal.
2.
Secara praktis:
a.
Bagi siswa dapat
mengetahui kemampuan teknik dasar bolavoli sehingga diharapkan dapat memotivasi
siswa SMPN 1 Enok lebih giat berlatih.
b.
Bagi Guru dan Pelatih,
penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pedoman pengetahuan, pertimbangan
dan sebagai tolak ukur pelatih dan Guru pendidikan jasmani tentang metode dan
teknik dalam memberikan beban latihan.
F.
Pertanyaan
Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka konseptual yang dikemukakan
sebelumnya maka pertanyaan penelitian ini adalah “Seberapa besar Keterampilan
Teknik Dasar Bolavoli Siswa SMP Negeri 1 Enok?”.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Landasan Teori Penelitian
1.
Hakikat
Keterampilan Dasar Bolavoli
Keterampilan dalam olahraga merupakan “suatu proses
gerakan dan pembuktian dalam praktik sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas
dengan pasti dalam cabang olahraga” (Suharno,2001:12). Keterampilan dasar bolavoli yaitu kemampuan
penguasaan teknik dasar bolavoli meliputi unsur: servis, passing atas, passing bawah, dan
smash
Teknik adalah “suatu cara untuk melakukan dan melaksanakan sesuatu dalam
mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien” (Yunus, 1992:103). Dengan
demikian teknik dasar dalam permainan bolavoli dapat diartikan sebagai cara
memainkan bola dengan efektif dan efisien seperti cara melakukan servis bawah, passing atas, passing bawah, smash dan block. Hal ini dalam pelaksanaannya
disesuaikan dengan peraturan permainan yang berlaku dalam mencapai suatu hasil
yang optimal. Meskipun di dalam keterampilan dasar bolavoli tersebut meliputi
lima unsur teknik seperti yang telah dikemukakan di atas, namun dalam
penelitian ini yang dibahas hanya meliputi tiga teknik dasar saja yaitu:
a. Servis Bawah
Pada mulanya servis adalah
merupakan awal dari permainan atau
pukulan pembukaan untuk memulai suatu perrmainan. Syafruddin (1996:67), mengatakan “servis yaitu memainkan bola sebagai
pembukaan suatu permainan untuk mendapatkan satu angka”. Kemudian sesuai dengan
kemajuan permainan teknik servis tidak hanya sebagai pembukaan permainan, akan
tetapi sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapatkan nilai (angka) agar
suatu regu berhasil meraih kemenangan,
bila ditinjau dari sudut taktik permainan.
Pendapat lain juga dikemukakan oleh Monti dalam Suhafrinal (2007:9) bahwa
“servis adalah satu-satunya teknik yang digunakan untuk memulai suatu
pertandingan”. Sementara Yunus (1992:30) mengatakan “servis merupakan suatu
upaya memasukkan bola ke daerah lawan oleh pemain kanan belakang yang berada di
daerah servis untuk memukul bola dengan satu tangan atau lengan”. Hal senada
juga diungkapkan oleh PBVSI (2005:33) “servis adalah suatu upaya untuk
menempatkan bola ke dalam permainan oleh seorang pemain kanan belakang yang
berada di daerah servis”.
Dari beberapa batasan tentang pengertian servis seperti yang telah
diuraikan di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa servis adalah
suatu upaya untuk menempatkan bola ke daerah lawan yang dilakukan oleh seorang
pemain kanan belakang dari daerah servis dengan pukulan satu tangan dan dapat
juga dikatakan sebagai awal dari suatu permainan. Dengan demikian servis
merupakan salah satu teknik dalam permainan bolavoli untuk memulai suatu
permainan (pertandingan) yang begitu penting kedudukannya. Tanpa melakukan
servis atau salah dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan pertandingan akan
dihentikan atau kehilangan point bagi yang melakukan servis atau angka
(nilai) untuk lawan.
Viera (1996:30-31) mengatakan servis terdiri dari:
”(a) servis bawah (underhand
service), dan (b) servis mengapung (floating service)”. Dari penjelasan tersebut jelas bahwa servis bawah adalah servis yang sangat sederhana dan
diajarkan terutama untuk pemula, gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang
dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan servis mengapung maksudnya yaitu
jenis servis dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak
mengandung putaran dengan kata lain bola berjalan mengapung atau mengambang.
Erianti (2004:47) menjelaskan
pelaksanan servis bawah (underhand service)
adalah:
“a) Posisi awal,
b) Gerakan pelaksanaan dan c) Gerakan lanjutan (follow through)”.
Dari tahap-tahap pelaksanaan servis
bawah (underhand service) untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
a) Posisi awal :
Berdiri di daerah servis menghadap ke lapangan, salah
satu kaki berada di depan kaki yang lain, jika menggunakan tangan kiri kaki
kanan di depan atau sebaliknya. Bola dipegang pada tangan kiri atau kanan
(tangan yang tidak memukul bola). Tangan yang memukul bola boleh menggengam atau
dengan telapak tangan terbuka, kemudian lutut agak ditekuk sedikit dengan titik
berat badan berada di tengah.
Gambar 1: awalan melakukan servis bawah
Sumber: Eriati (2004:109)
b) Gerakan pelaksanaan:
Bola di lambungkan di depan pundak kanan setinggi 10-20
cm, dalam waktu yang bersamaan tangan kanan ditarik ke belakang, kemudian
tangan diayunkan ke arah depan atas dan mengenai bagian belakang bola. Kemudian
lengan diluruskan dan telapak tangan atau genggaman tangan ditegangkan.
Gambar
2: Gerakan pelaksanaan Servis bawah
Sumber:
Erianti (2004:109)
c) Gerakan lanjutan (follow through) :
Setelah tangan memukul bola, gerakan lengan di bawa lurus
ke depan atas sejalan dengan memindahkan titik berat badan ke depan.
Selanjutnya, langkahkan kaki kanan ke depan untuk segera masuk ke lapangan,
kembali ke posisi semula dan siap menerima bola (pengembalian bola) dari
serangan lawan.
Untuk lebih
jelasnya pelaksanaan servis bawah dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 3: Tahap-Tahap Melakukan Service Bawah
(Sumber: Herry,
2010)
Dalam
melakukan servis bawah (underhand service) ada beberapa faktor yang harus dipatuhi
(tidak boleh dilanggar) pada saat servis seperti yang dikemukakan oleh Erianti
( 2009:13) yakni sebagai
berikut:
“a) Bola harus di pukul oleh satu tangan atau setiap
bagian tangan setelah bola dilambungkan
atau telepas dari tangan.
b)
Hanya diperkenankan
satu tangan
melambungkan bola, tetapi boleh memantulkan bola ke
lantai atau memindahkan bola di tangan.
c)
Pada saat melakukan
servis atau saat meloncat untuk melakukan servis tidak boleh menyentuh lapangan
(termasuk garis akhir) atau lantai di luar daerah servis,setelah melakukan
pukulan servis boleh melangkah ke dalam lapangan.
d)
Pelaku servis harus
memukul bola dalam 8 detik setelah wasit membunyikan pluit untuk melakukan
servis”.
Berdasarkan pendapat di atas jelas bahwa
untuk melakukan servis bawah dengan baik harus memperhatikan hal-hal antara
lain : bola harus di pukul
oleh satu tangan atau setiap bagian
tangan setelah bola dilambungkan atau telepas dari tangan,
hanya diperkenankan satu tangan melambungkan bola, tetapi boleh memantulkan bola ke
lantai atau memindahkan bola di tangan, pada saat melakukan servis atau saat meloncat untuk
melakukan servis tidak boleh menyentuh lapangan (termasuk garis akhir) atau
lantai di luar daerah servis, kemudian setelah melakukan pukulan servis boleh melangkah ke dalam
lapangan
dan pelaku servis harus memukul
bola dalam 8 detik setelah wasit membunyikan pluit untuk melakukan servis.
b.
Servis
atas/mengambang
Servis
atas/mengambang biasa digunakan untuk melakukan serangan pertama saat melakukan
servis. Servis atas/mengambang di lakukan dengan cara bola di lambung keatas
kemudian dipukul sekeras mungkin kelapangan
lawan. Menurut Mukholid (2007:15), disebut mengambang karena gerakan
bola dari hasil pukulan servis tidak menggantung putaran (bola berjalan
mengapung atau mengambang). Kelebihan servis atas/mengambang adalah bola sulit
di terima oleh pemain lawan karena bola tidak bergerak dalam satu lintasan
lurus dan kecepatan bola tidak teratur.
Menurut
Mukholid (2007:15), pelaksanaan servis mengambang adalah sebagai berikut:
a.
Pemain
berdiri di daerah sevis, kaki kiri di depan atau bisa juga sejajar dengan kaki
kanan.
b.
Tangan
kiri mengangkat bola setinggi kepala, sedangkan telapak tangan kanan terbuka
siap untuk memukul bola. Pandangan mata kearah bola.
c.
Bola
di lambung katas lebih tinggi dari kepala, tangan kanan di tarik kebelakang
atas dan segera memukul bola pada bagian tengah belakang kearah lawan.
d.
Bola
dipukul dengan cara mendorong. Gaya dorong tangan terhadap bola harus memotong
garis tengah bola. Untuk menghindari terjadinya putaran bola, pergelangan
tangan harus ditengahkan.
Gambar 4.
Pelaksanaan Servis Atas
Sumber: Mukholid
(2007:14)
c.
Passing Bawah
Passing bawah merupakan elemen utama untuk mempertahankan regu
dari serangan lawan (bola yang datangnya terlalu keras dan sulit dimainkan
dari passing atas, maka diambil
dengan passing bawah). Di samping untuk mempertahankan dan juga sangat
berperan untuk membangun serangan. Erianti (2009:14)
menjelaskan “passing bawah ini dapat dilakukan dengan dua tangan disesuaikan
dengan situasi dan tujuan yang hendak dicapai”.
dari pendapat
di atas jelas bahwa passing bawah dilakukan dengan dua tangan dengan
disesuaikan tujuan yang hendak dicapai pemain. Kemudian Erianti (2009:14) juga
menjelaskan secara rinci tahap-tahap pelaksanaan passing bawah ini dapat di jelaskan sebagai berikut:
“a) Posisi awal : ambil posisi
siap normal yaitu kedua lutut di tekuk dengan badan
sedikit agak dicondongkan ke depan, berat badan menumpu pada telapak bagian
depan. Kedua tangan saling berpegangan yakni punggung tangan kanan diletakan di
atas telapak tangan kiri kemudian saling berpegangan.
b) Gerakan pelaksanaan : tempatkan badan segera sejauh jangkauan bola, dengan posisi sedemikian rupa
sehingga badan menghadap bola, lalu ayunkan kedua lengan ke arah bola dengan
sumbu gerakan berada pada persendian bahu dan siku benar-benar lurus, pada saat
mengayunkan tangan telah berpegangan. Perkenaan bola pada bagian proximal (arah
pangkal) dari lengan bawah, di atas dari pergelangan tangan dan pada waktu
lengan membentuk sudut 45 derajat dengan badan, lengan diayunkan dan diangkat
hampir lurus.
c) Gerakan lanjutan: setelah ayunan
mengenai bola kaki belakang melangkah ke depan untuk mengambil posisi kembali.
Ayunan lengan dari bawah ke depan tidak
melebihi sudut 90 derajat dengan bahu atau badan”.
Dari pendapat di atas jelas bahwa
tahap-tahap pelaksanaan passing
bawah ini terdiri dari tiga tahap yaitu posisi awal,
gerakan pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Ketiga tahapan ini harus dikuasai
dengan baik oleh setiap pemain untuk menghasilkan passing bawah
yang
baik. Disamping itu, dalam permainan
bolavoli tidak selalu terjadi situasi yang ideal untuk mengambil bola passing
bawah secara normal. Dapat dipastikan bahwa ada kalanya kadang-kadang bola
datangnya dalam situasi dan posisi-posisi yang kurang menguntungkan, maka passing bawah secara garis besarnya
dapat dilakukan dengan berbagai variasi seperti yang dikemukakan Yunus
(1992:124) antara lain:
“a) Passing bawah ke depan pada bola rendah, b) passing
bawah bergeser diagonal 45 derajat ke depan, c) passing bawah pada bola
jauh di samping badan, d) passing bawah dengan bergerak mundur, Jika
bola datang relatif tinggi (setinggi dada) dan akan diterima dengan passing bawah, maka didahului dengan
langkah mundur, e) passing bawah ke belakang“.
Dari pendapat tersebut jelas bawah passing bawah
dilakukan
sesuai dengan situasi datangnya bola, kadang kala posisi tersebut kurang
menguntungkan tetapi pemain harus berusaha mengambil dan menyelamatkan bola
salah satunya dengan teknik dasar passing bawah.
c. Passing Atas
Passing atas merupakan elemen yang penting dalam permainan
bolavoli. Penguasaan teknik passing atas yang baik akan menentukan
keberhasilan suatu regu untuk membangun serangan dengan baik apalagi dilakukan
secara bervariasi, maka seluruh potensi penyerangan regu dapat dimanfaatkan. Erianti (2009:16) menjabarkan pelaksanaan passing
atas ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
“a) Posisi awal : dengan mengambil posisi posisi siap normal yaitu
kedua kaki dibuka selebar bahu, berat badan menumpu pada telapak kaki bagian
depan. Lutut ditekuk, tempatkan badan secepat mungkin di bawah bola dengan
kedua tangan diangkat lebih tinggi dari jari-jari tangan terbuka lebar
membentuk cekungan seperti setengah lingkaran bola (seperti mangkok).
b) Gerakan pelaksanaan : setelah bola berada di atas dan sedikit di depan dahi, lengan diluruskan
dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola. Perkenaan bola pada
permukaan jari-jari yaitu ruas pertama dan kedua serta yang dominan mendorong
bola adalah ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Jari-jari agak ditegangkan
pada waktu bersentuhan dengan bola kemudian diikuti dengan gerakan pergelangan
tangan agar bola dapat memantul dengan baik.
c) Gerakan lanjutan : setelah bola memantul dengan baik, dilanjutkan dengan meluruskan lengan ke
depan atas sebagai suatu gerakan lanjutan, seiring itu pindahkan berat badan
dengan melangkahkan kaki ke belakang ke depan dan kembali mengambil sikap
posisi normal”.
Dari pendapat di atas jelas bahwa di dalam melakukan passing atas posisi dan jarak
bola dengan badan tidak selalu dalam keadaan yang ideal untuk melakukan passing
atas dengan posisi normal. Berdasarkan situasi datangnya bola yang
bermacam-macam tersebut, maka passing atas dapat dilakukan dengan
berbagai variasi.
Yunus
(1992:126) macam-macam passing atas dapat dibagi atas beberapa bagian
yaitu: “a) passing atas bola rendah, b) passing atas dengan bola
di samping badan, c) passing atas dengan bergeser mundur, d) passing atas dengan bergerak mundur
diagonal 45 derajat, e) passing atas dengan meloncat dan f) passing
atas ke belakang”.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan
bahwa dalam melakukan passing atas disesuaikan dengan arah datangnya
bola. Oleh karena itu pemain bolavoli disamping dituntut menguasai teknik dasar
bolavoli dengan baik juga harus memiliki kondisi fisik yang baik pula agar
dapat melakukan teknik dengan baik salah satun ya teknik dasar passing
atas
dalam bolavoli.
d.
Smash
Menurut
Mukholid (2007:16), smash adalah pukulan bola yang menukik kearah lapangan
lawan. Sedangkan menurut Erianti (2009:150), mengatakan “smash adalah pukulan
yang utama dalam penyerangan untuk mencapai kemenangan.
Dari pendapat di
atas dapat di simpulkan bahwa smash adalah pukulan untuk mematikan bola
kelapangan lawan dan meraih poin atau kemenngan. Smash merupakan suatu teknik
yang mempunyai gerakan yang komplek yakni terdiri dari : 1) langkah awal, 2)
tolakan untuk meloncat, 3) saat mendarat kembali setelah memukul bola.
Gambar. 5 Teknik Smash
Sumber: Erianti (2009:157)
B. Kerangka
Berfikir
Berdasarkan kajian teori yang dikemukakan sebelumnya maka dapat dijelaskan, penelitian ini untuk
dapat menguasai teknik dasar bermain bola voli maka siswa harus bisa menguasai
teknik sservis, passing bawah, passing atas, block dan smash untuk lebih
jelasnya dapat di lihat pada bagan dibawah ini:
Keterampilan
Teknik Dasar Bolavoli
Siswa SMP N 1 Enok
|
Gambar 6.
Kerangka Berfikir
BAB
III
METEDOLOGI
PENELITIAN
A. Jenis
Penelitian
Adapun jenis penelitian
ini tergolong penelitian deskriftif yang hanya menggambarkan keadaan dan
mengungkapkan keadaan saja. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2011:207),
mengatakan “Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk
menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang
telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum
atau generalisasi.
B. Tempat
dan Waktu Penelitian
1.
Tempat Penelitian : Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Enok
2. Waktu
Penelitian : Pengambilan data direncanakan
pada bulan Mei 2014
C. Populasi
dan Sampel
1. Populasi
“Populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian” (Arikunto, 2006:130). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini
adalah siswa laki-laki kelas VII yang
berjumlah 22 orang siswa, untuk lebih jelasnya dapat di lihat tabel berikut:
Tabel 1
Populasi Penelitian
Kelas
|
Jumlah
|
VII.1
VII.2
|
12
10
|
Jumlah
|
22
|
2. Sampel
Arikunto (2006:131)
menjelaskan “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti”. Teknik
penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh,
menurut Sugiyono (2011:124) “mengatakan sampling jenuh di lakukan apabila
jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang” Oleh karena populasi
hanya 22 orang siswa maka dari itu berlandasan teori di ata sampel pada
penelitian ini di ambil dari seluruh populasi sehingga sampel berjumlah 22
orang siswa laki-laki.
D. Variabel
Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian deskriptif maka
penelitian ini terdiri dari satu variabel penelitian yaitu variabel Keterampilan Teknik Dasar Bolavoli.
E. Instrumen
Penelitian
Instrument
yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Tes
Servis
a. Tujuan
Tujuan
tes servis ini adalah untuk mengukur kemampuan mengarahkan bola servis kearah
sasaran dengan tepat dan terarah.
b. Sasaran
Sasaran
pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 7 SMPN 1 Enok
c. Perlengkapan
Perlengkapan
yang du gunakan antara lain:
-
Lapangan bolavoli
-
Net dan tiang net
-
Road bendera 2 buah
-
Bola voli 6 buah
d. Pelaksanaan
-
Menurut Arsil (2009:13), pelaksanaan tes
adalah sebagai berikut
-
Testee berdiri di
belakang garis kotak servis menghadap daerah sasaran yang ada dilapangan
sebelah.
-
Lalu
melakukan servis kedaerah sasaran.
-
Setiap
bola yang masuk sasaran di beri nilai sesuai skor sasaran
-
Bola
yang menyentuh net di anggap satu pukulan tapi tidak di beri nilai
-
Testee tidak boleh
menginjak garis
-
Setia
jenis pukulan di perbolehkan asal sesuai dengan peraturan permainan bola voli.
-
Setiap
bola yang jatuh pada garis batas daerah sasaran di beri skor daerah sasaran
yang lebih besar.
- Testee
melakukan 10 kali servis setiap pelaksanaan
-
Testee
memperoleh kesempatan 2 kali pelaksanaan
Gambar 7
Gambar lapangan tes servis bola voli
Sumber:
Asrsil (2009:134)
e. Penilaian
Nilai
Testee dalam serving test adalah
jumlah yang terbaik untuk 10 servis dalam 2 kali pengulangan. Dan nilai akhir
di konversikan ke rumus skala gabungan PAN dan PAP.
X + 1,8 (S)
X + 0,6 (S)
X – 0,6 (S)
X – 1,8 (S)
Sumber : Nurhasan(2001:268)
2. Tes
Pasing bawah
a. Tujuan
Untuk
mengukur kemampuan pas bawah atlet
b. Sasaran
Sasaran
pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 7 SMPN 1 Enok
c. Perlengkapan
-
Dinding dengan sasaran
-
Bolavoli
-
Stop watch
-
Formulir tes
d. Pelaksanaan
-
Testi
berdiri di depan tembok, berada di belakang garis batas 0,912 m, menghadap ke tembok sasaran.
-
Pada
aba-aba “Ya” testi melemparkan bola ke tembok atau dinding sasaran.
-
Dari
pantulan bola yang dilemparkan selanjutnya testi mem-voli bola secara
berulang-ulang ke arah tembok sasaran selama 30 detik.
-
Apabila testi tidak dapat menguasai (mengontrol) bola,dan bola
memantul jauh dari daerah sasaran, maka testi boleh memegang bola,
dan selanjutnya segera melemparkan bola tersebut ke petak
sasaran dan divoli secara berulang-ulang.
-
Tes
dilakukan sebanyak 3 kali ulangan, atau 3 kali 30 detik..
e. Penilaian
-
Lemparan
bola pertama ke arah tembok sasaran belum dapat dihitung sebagai skor mem-voli
bola
-
Skor
mulai dapat dihitung sejak bola yang dilemparkan ke tembok sasaran,
bola memantul dan di-voli oleh testi kearah tembok
sasaran yang telah ditentukan
-
Setiap
gerakan testi mem-voli bola dan masuk daerah sasaran, atau mengenai garis batas
bawah sasaran, yang dilakukan dari belakang garis 0,912 m maka testi tersebut
memperoleh skor satu.
-
sedangkan
bola yang di-voli testi tidak mengenai sasaran seperti yang dikemukakan diatas,
maka testi memperoleh skor nol (0).
-
Hasil
skor testi adalah skor terbaik dari 3 kali percobaan, tiap-tiap percobaan
dilakukan selama 1 kali 30 detik.
3. Tes
passing atas
a. Tujuan
Tes
ini dipergunakan sebagai suatu tes untuk mengukur keterampilan pas atas
b. Sasaran
Sasaran
pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Enok
c. Perlengkapan
-
Dinding / tembok untuk petak sasaran
-
Bolavoli 3 buah
-
Stop watch
d. Pelaksanaan
-
Testee berdiri di bawah petak sasaran
-
Begitu aba-aba dimulainya tes, stopwatch
dijalankan, dan bola di lemparkan kedinding dari tempat yang bebas.
-
Setelah bola memantul kembali, bola
di-pas ke dinding tertuju kedalam kotak sasaran.
Gambar 8
Lapangan untuk
tes pas atas
Sumber:
Nurhasan (2001:169)
e. Penilaian
-
Bola yang di pass secara sah sesuai
dengan peraturan permainan bolavoli selama satu menit.
-
Jumlah sentuhan – sentuhan yang sah
dengan bola mengenai dinding pada petak sasaran atau bola mengenai garis kotak
sasaran.
-
Bola yang di tangkap atau tidak dapat
dikuasai tidak diberi nilai
-
Bola menyentuh lantai, dimulai lagi
dengan lemparan
-
Lemparan lemparan tidak dihitung
4. Tes
smash
Menurut
Nurhasan (2001:172), mengatakan:
a. Tujuan
-
Tes ini bertujuan untuk mengukur
keterampilan melakukan smes untuk serangan kesasaran dengan cepat dan terarah
b. Sasaran
Sasaran
pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Enok.
c. Perlengkapan
-
Lapangan bola voli
-
Net dan tiang net
-
Bola voli 5 buah
d. Pelaksanaan
-
Testee berada dalam daerah serang atau
bebas di dalam lapangan permainan.
-
Bola dilambungkan atau di umpat dekat
jarring kearah testee
-
Dengan atau tanpa awalan, testee
meloncat dan memukul bola melampaui atas jarring kedalam lapangan di
seberangnya dimana terdapat sasaran dengan angka angka.
Gambar 10
Gambar
lapangan untuk tes smes
Sumber: Nurhasan
(2001:173)
e.
Penilaian
-
Catat
jatuhnya bola pada lapangan yang telah di beri skor, kemudian di konversikan ke
rumus gabungan PAN dan PAP
X̅ + 1,8 (S)
X̅ + 0,6 (S)
X̅ – 0,6 (S)
X̅ – 1,8 (S)
Sumber : Nurhasan(2001:268)
F.
Teknik Pengumpulan Data
Agar
pengumpulan data secara teratur, sistematis dan tertib maka perlu adanya
langkah-langkah yang harus dipersiapkan dengan jelas yakni:
a)
Menyiapkan
alat-alat instrumen secara lengkap sesuai dengan yang diperlukan (dibutuhkan).
b)
Menyiapkan
mahasiswa atau sampel yang akan melakukan tes.
c)
Memberikan
penjelasan dan mendemonstrasikan tentang instrumen.
d)
Menyiapkan
blangko dan alat tulis yang diperlukan dalam pengumpulan data.
e)
Menetapkan
tenaga
pembantu dalam pengumpul data dan
bekerja sesuai dengan masing-masing tugas yang telah diberikan penjelasan dan
arahan.
G.
Teknik Analisis Data
Setelah
semua data berhasil dikumpulkan dan disusun menurut kelompoknya masing-masing, kemudian
diolah dengan menggunakan teknik distribusi frekuensi atau deskriptif dengan
rumus:
Keterangan:
f = frekuensi yang sedang dicari
N
= number of cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu)
P
= angka persentase
(Sudijono 2010:43)
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi.2000. Gemar Bermain Bola Voli.Solo: PT. Rineka
Cipta
Arikunto,
Suharmi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Reneka Cipta
Arsil. (2009).Tes Pengukuran dan Evaluasi.Padang.UNP-FIK
Erianti. 2004. Buku Ajar Bolavoli. Padang: FIK UNP.
______. 2009. Kontribusi Koordinasi Mata-Tangan dan Daya Tahan Kekuatan Otot
Lengan Terhadap Keterampilan Dasar Bolavoli Mahasiswa Jurusan Pendidikan
Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang.Tesis: Program
Pascasarjana Universitas Negeri Padang.
Mukholid
Agus. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga
dan Kesehatan. Surakarta: Yudistira
Nurhasan.
2001. Tes dan Pengukuran olahraga
Pendidikan Jasmani Prinsip-Prinsip dan Penerapan.Jakarta: Direktorat
Jenderal Olahraga
PBVSI. 2005. Peraturan Permainan Bolavoli. Jakarta: Gedung Voli
Senayan.
Sugiyono
(2011). Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Suhafrinal. 2007. Kontribusi
Daya Ledak Otot Tangan dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Keterampilan Servis Atas
Bolavoli. Tesis Program Pasca Sarjana. Padang: UNP.
Suharno. 2001. Ilmu Coaching Umum. Yogyakarta: FPOK IKIP.
Syafruddin. 1996. Buku Ajar Bolavoli. Padang: FPOK IKIP.
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005. Tentang
Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika
Viera, dkk. 1996. Bolavoli Tingkat Pemula. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Yunus.
1992. Olahraga Pilihan Bolavoli. Jakarta: P2TK, Dirjen Dikti Depdikbud.